Friday, August 28, 2009

Tanda pada langit

Aku tak ingin,
sajakku berdiri sepi di etalase pertokoan.

Tak kubiarkan,
syairku di pajang di tembok perkotaan.

Aku tak rela,
folio menyimpan lirikku, tercecer di emperan.

Karna,
kataku adalah rasa, yang kutandai pada langit.

Tuesday, August 11, 2009

bukan puisi. . .

Mentari berlari pada senja, dan malam bisikkan mimpi...

Aku tak ingin mereka,
mereka hanya sampah n0dai hati ketika aku bersuka...
Rasa yg mereka punya hanya asa dan sebatas janji...
Bagi mereka,
teman adalah. . . .
Akh aku tak ingin menulisnya,
fuck off them all.

Terlanjur,
ku ukir nama mereka pada dinding dinding hati.
Karna kemarin, mereka adalah harta bagiku. . .

Shit. . !!
Asas apa yg mereka pegang?!
Aku muak!!
Aku tak ingin mereka..
Cukup sudah sumpah serapahku.

Kini, ku bercerita tentangku..

Semua kata yg ku cipta adalah kata dari nyata. . .

Ku temukan mahluk-mahluk laknat yg merusak ek0sistem hati dan pikiranku tentang CINTA..

mungkin semua tUlisan yg ku punya adalah tentang cinta dan persahabatan...

Tapi,
aku adalah mahluk liar yg tak percaya pada cinta...
Dan kini persahabatan itu k0t0r bagiku.

Aku tak pernah percayakan hatiku pada species manapun,dan aku tak ingin.

selalu bermain dengan kata, itulah aku..
busuk kah aku??

Ketika berbicara pada Sang Pencipta, aku selalu bertanya, ada apa denganku??
Aku tak mengenali siapa aku.

Yg ku tau,
aku hanya menulis dalam lembar-lembar kertas, tentang mahluk-mahluk bumi.

Terkadang,
kurasa, begitU dekat aku pada sang pencipta...
Dapat kurasa lembut tanganNya membelaiku, dan aku hanya mampu menangis, entah mengapa air mata itu keluar...

Namun, kerap kali aku kehilangan percayaku... :(
seperti apa aku dimataNya, itU rahasiaNya...

Entah,apa yg ada di otakku,
untUk pertama kali, ku tUliskan ceritaku pada media yg dpt di baca semua mata..

Wednesday, July 1, 2009

. . . .

Berisik,
Ada apa??
Hati berbisik pada angin,

tengok dr jendela
ah ku pikir siapa,

pemuda pemuda itu,
tak bisa bedakan mana hewan dan manusia..

memegang cawan merah,
darah pikirku..

Angin membantah,
anggur!

Tak dapat q bedakan,
apa mereka?

Sunday, June 14, 2009

SajaK hujaN

Hujan,
hantarkan kisah bisu nan kLasik tentangmu, tentang rindu yang tak habis semusim, tentang cinta bak prasasti yg terukir janji...

Sunday, May 17, 2009

Nanti...

nanti,

di kehidupan kedua,
kita mengukir janji,

menulis mimpi, kita bersama.

Friday, May 8, 2009

Luka, Cinta, Sunyi...

Kubasuh mimpi dengan darah dari luka tak terperi,
Kutanamkan sepi dengan belati duka pada hati,
Kupercikan sunyi pada nyata,
Dan kumakamkan cinta dalam maya…

Cinta Pada Pujangga

Cinta…
Hanya bermain-main dalam kata,
tak mampu keluar menatap hari…

Seperti siang takkan bertemu malam,
pujangga cinta,
takkan pernah meraih nyata,
Hanya sosok sebatas angan dirinya di sana…

Kasih Tak Sampai

Ketika cinta memantrai sunyi,
Lembayung menghias senja
Tergores satu mimpi dalam potongan asa terpenggal sepi…

Ketika cinta memantrai sunyi,
Angin berlari kian kemari,
membawa syair kosong sang mentari…

Ketika cinta memantrai sunyi,
Pungguk pun berdoa memohon bulan…

Cenayang

Cenayang-cenayang tua itu mulai berkata,
hamburkan kisah dari masa ke masa,
Entah nyata atau sebatas kata.

Cenayang-cenayang itu tetap bersuara,
tak berpantang kecewa,
memberi mimpi sia pada hati goyah,
Pada insan yang lemah,
Pada pengecut yang takut hari esok..

Gila

Malamnya semakin malang,
himpitan duka di bilik hatinya..

Malamnya semakin malang,
air matanya gambarkan,
sesal yang nyata…

Malamnya semakin malang,
hujamkan hampa dan depresi bersama,
kucilkan jiwa tak mampu berkata..

Malamnya akan semakin malang,
Dia tertawa tanpa asa, membungkus mimpi sendiri,
Diam dan tinggal dalam ilusi…

Sajak Malam

Malam itu, angin berbisik lirih
Malam itu sunyi menyapa kelam
Ketika sepi hampiri mimpi,
Malam itu, tak satu pun yang terjaga…
Hanya malam, angin, dan bisik lirihnya…

Insomia

Tak henti jarum waktu memburu malamku,
Seperti insomia yang tak inginkan hadirnya mimpi..
Mengejarku merayapi malam,
Dengan bangga buktikan,
Dirinya t’lah kalahkan malamku

Mengapa Harus Mereka?

waktu mencuri mereka dariku,
marahku pada takdir, aku benci pada masa...

mengapa harus mereka?
tanyaku pada waktu, ia berkata " aku hanya menjalankan tugas"
datangku pada takdir, jawabnya "aku hanya kertas, tanyakan pada penulis"

aku murka pada, ruang, waktu, dan dimensi...
ingin ku musnahkan masa!

tapi,,
haruskah marah ini ku hempaskan pada penulis?
mengapa naskahku begini...

Ketika Aku Mencinta

ketika aku mencinta,
kuberi hati untuk kecewa...

ketika aku mencinta,
t'lah kubuka satu kesempatan untuk luka..

ketika aku mencinta,
aku harus berhenti mencinta...

Friday, April 24, 2009

Hilang

Malam mematri miMpi,akU tak iNgiN...
Pagi meNgukir jaNji, akU terLupa. . .

JaNgan selipkaN riNdu pada sEnja,
jaNgan titipkaN ciNta pada aNgiN. . .


MereKa akaN hilaNg,
sEnja mati di buNuh malam,
aNgin berbisiK tak bertUan...

Tanpamu

taNpamu taKkan ada kata tErcipta...
taNpamu takKan ada yaNg bermaKna...
taNpamu sajaK-sajaKku taK berarti..
tanpamU dan taNpamu,,
aku sEndiri...

Peri Sendiri

kEtika surGa hujaNi buMi dEngan cinta...
dEdaUn tua berjaTuhan, sayup tErdEngar liriHnya...
saat itu,tembang riNdu sang pEri hUtan tErkikis angin,dinyanyikan sunyi...
sEdikit rasa tersElip disaNa...
namun siapa yaNg taU?
karena sUrga teNgaH hujani bumi dEngan ciNta...




this blog belong to miZ raiN