Sunday, May 17, 2009

Nanti...

nanti,

di kehidupan kedua,
kita mengukir janji,

menulis mimpi, kita bersama.

Friday, May 8, 2009

Luka, Cinta, Sunyi...

Kubasuh mimpi dengan darah dari luka tak terperi,
Kutanamkan sepi dengan belati duka pada hati,
Kupercikan sunyi pada nyata,
Dan kumakamkan cinta dalam maya…

Cinta Pada Pujangga

Cinta…
Hanya bermain-main dalam kata,
tak mampu keluar menatap hari…

Seperti siang takkan bertemu malam,
pujangga cinta,
takkan pernah meraih nyata,
Hanya sosok sebatas angan dirinya di sana…

Kasih Tak Sampai

Ketika cinta memantrai sunyi,
Lembayung menghias senja
Tergores satu mimpi dalam potongan asa terpenggal sepi…

Ketika cinta memantrai sunyi,
Angin berlari kian kemari,
membawa syair kosong sang mentari…

Ketika cinta memantrai sunyi,
Pungguk pun berdoa memohon bulan…

Cenayang

Cenayang-cenayang tua itu mulai berkata,
hamburkan kisah dari masa ke masa,
Entah nyata atau sebatas kata.

Cenayang-cenayang itu tetap bersuara,
tak berpantang kecewa,
memberi mimpi sia pada hati goyah,
Pada insan yang lemah,
Pada pengecut yang takut hari esok..

Gila

Malamnya semakin malang,
himpitan duka di bilik hatinya..

Malamnya semakin malang,
air matanya gambarkan,
sesal yang nyata…

Malamnya semakin malang,
hujamkan hampa dan depresi bersama,
kucilkan jiwa tak mampu berkata..

Malamnya akan semakin malang,
Dia tertawa tanpa asa, membungkus mimpi sendiri,
Diam dan tinggal dalam ilusi…

Sajak Malam

Malam itu, angin berbisik lirih
Malam itu sunyi menyapa kelam
Ketika sepi hampiri mimpi,
Malam itu, tak satu pun yang terjaga…
Hanya malam, angin, dan bisik lirihnya…

Insomia

Tak henti jarum waktu memburu malamku,
Seperti insomia yang tak inginkan hadirnya mimpi..
Mengejarku merayapi malam,
Dengan bangga buktikan,
Dirinya t’lah kalahkan malamku

Mengapa Harus Mereka?

waktu mencuri mereka dariku,
marahku pada takdir, aku benci pada masa...

mengapa harus mereka?
tanyaku pada waktu, ia berkata " aku hanya menjalankan tugas"
datangku pada takdir, jawabnya "aku hanya kertas, tanyakan pada penulis"

aku murka pada, ruang, waktu, dan dimensi...
ingin ku musnahkan masa!

tapi,,
haruskah marah ini ku hempaskan pada penulis?
mengapa naskahku begini...

Ketika Aku Mencinta

ketika aku mencinta,
kuberi hati untuk kecewa...

ketika aku mencinta,
t'lah kubuka satu kesempatan untuk luka..

ketika aku mencinta,
aku harus berhenti mencinta...


this blog belong to miZ raiN